Suatu ketika di zaman Rasulullah SAW pada masa ‘Fathul Makah’ (pembebasan kota Mekah), ada seorang wanita Quraisy yang mencuri. Wanita tersebut seorang bangsawan dari Bani Makhzum. Mereka bingung dalam memutuskan perkara tersebut.
“Wahai manusia sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kamu adalah, apabila seorang bangsawan mencuri, mereka biarkan. Akan tetapi apabila seorang yang lemah mencuri, mereka jalankan hukuman kepadanya. Demi Dzat yang Muhammad berada dalam genggaman-Nya. Kalau seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri. Niscaya aku akan memotong tangannya.”
source : https://republika.co.id/berita/ljxfxv/ketegasan-rasulullah-saw
Nabi Muhammad merupakan Rasul serta Nabi terakhir dari yang dipelajari oleh kita sebagai umat muslim adalah 25 Para Nabi Allah, dan beliau adalah Manusia yang paling diteladani oleh umat manapun dikarenakan sifat sifatnya, dan contohnya adalah Siddik (Jujur), Amanah (Dapat Dipercaya), Tabliq (Menyiarkan) dan Fathonah (Cerdas).
Kali ini kita akan membahas ketegasan cerita Nabi Muhammad, beliau tidak pandang bulu terhadap siapa yang harus menerima akibat dari perbuatan yang telah dilakukan oleh orang tersebut, beliau bertindak seadil-adilnya sebagai seorang pemimpin.
mengenai hal tersebut, beberapa waktu lalu ada kasus tentang menteri sosial yang korupsi sebanyak 7 Miliar, seharusnya menteri tersebut ditindak setegas mungkin dikarenakan mencuri hak rakyat yang harusnya diberikan kepada rakyat, dalam hal tersebut pemimpin tidak mengambil tindakan yang tegas, seperti harus dipotong tangannya atau bahkan bisa dihukum mati akan hal tersebut, karena uang yang dicuri adalah uang rakyat kecil yang membutuhkan bantuan dan mungkin saja dapat menyebabkan kematian masal apabila tidak diberikan secara segera.
Title : Sikap Nabi Muhammad Yang Harus Diteladani Oleh Pemimpin Sekarang
Description : Suatu ketika di zaman Rasulullah SAW pada masa ‘Fathul Makah’ (pembebasan kota Mekah), ada seorang wanita Quraisy yang mencuri. Wanita terse...